Akibat On Time

by 09.20 0 komentar

Selamat pagi sobat,, ini cerita saya yang berkaitan dengan on time. Langsung simak aja yuk! :D

Apa sih Akibat On Time? Memang on time ada akibatnya ya?


Sebelumnya kita kenalan dulu sama si On Time. On time itu dari bahasa inggris yang artinya Tepat Waktu. Ketika kita kerja, kuliah, atau sekolah kita sudah pasti dituntut untuk on time atau tepat waktu agar kita disiplin. Tentu juga kita harus menghargai waktu, jangan menunggu waktu, karena waktu tidak akan menunggu kita. Karena dengan on time kita dapat menghasilkan beberapa manfaat yang positif dan menguntungkan. Yaitu:
  1. Acara yang kita janjikan pun akan mulai pada tepat waktu dan selesai dengan tepat waktu pula.
  2. Waktu yang kita miliki tidak akan terbuang sia-sia.
  3. Tidak telat.
Namun ketika dari pihak kita ada sudah on time, tetapi dari pihak teman kita atau bahkan orang lain malah tidak on time. Mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengar kata Ngaret. Ya, sebagian orang pasti pernah mengalami yang namanya ngaret. Ngaret itu bukan benda yang lentur dan elastis ya, tetapi ngaret itu adalah istilah lain yang ditujukan ketika sebuah acara atau janji yang sudah ditentukan, tetapi tidak dimulai tepat pada waktu yang ditentukan (terlambat). Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa sampai ngaret, yaitu:
  • Bangun kesiangan.
  • Masih ada kesibukan lain.
  • Terjadi masalah atau kejadian yang diluar dugaan.
  • Menunda-nunda waktu.
  • Belum ada persiapan sebelumnya.
  • Malas.
  • Sudah terbiasa ngaret.
  • Rumah jauh dari tempat tujuan
  • Dan lain sebagainya.
Sering kali saya itu berfikir jenuh bahkan kapok terhadap on time. Kok bisa? Karena jika saya on time, dan teman saya ngaret, pasti akan terasa sangat membosankan jika harus menunggu mereka.
Kemudian acara / agenda yang dijanjikan mulai pada waktu yang sudah ditentukan pun tidak luput dari kata terlambat atau tidak tepat waktu. Bahkan saya sendiri pun pernah berfikir begini ketika akan menghadiri kegiatan, "males ah on time mulu, mereka juga pasti ngaret kok". Kemudian juga pernah sengaja untuk santai-santai sebelum menghadiri agenda / acara. Karena difikiran saya sudah terDoktrin bahwa "Pasti tidak akan mulai tepat waktu, jadi gausah buru-buru lah".
Budaya terlambat atau ngaret sudah tertanam, bahkan melekat pada bangsa Indonesia. Banyak saya mendengar kata-kata, "Kalo engga ngaret, bukan Indonesia namanya". Kemudian, "kalau ingin membuat acara jam 09.00, publikasikan ke yang lain bahwa acara dimulai jam 08.00" maksudnya adalah kita sudah tau bahwa yang hadir tidak jauh-jauh dari kata terlambat atau ngaret. Jadi sengaja dipublikasikannya pada waktu awal, padahal dimulainya pada jam 09.00. Itu hanya sedikit contoh buruk yang sudah menjadi Jargon budaya Indonesia. Tapi saya harap, kalian yang membaca postingan ini pasti selalu membudayakan budaya On time. Betul? Hehehe.
Lalu, bagaimana kita membiasakan diri agar menjauhi sifat terlambat atau ngaret atau tidak tepat waktu?
Diri kalian lah yang bisa menjawab!!

Karena jika kita ingin merubah pola hidup kita dengan budaya on time, itu harus dimulai dari diri kita sendiri.
  1. Niat, intinya kita harus ada niat dalam diri kita untuk merubah pola hidup kita untuk menjadi seseorang yang selalu on time dalam menghadiri segala urusan yang sudah ditentukan waktunya.
  2. Introspeksi diri kita, mengapa kita bisa ngaret? apa yang menyebabkan kita ngaret? karena tidak akan ada akibat jika tidak ada sebab. Jadi, jika kita sudah mengetahui sebab-sebabnya, maka kita pun akan mulai memperbaiki satu per-satu. Agar tidak dapat mengakibatkan ngaret dan keterlambatan yang terus menerus.
  3. Sudah mempersiapkan segala keperluan, agar ketika waktunya tiba kita sudah mempersiapkan dan langsung menghadiri acara / janji yang sudah direncanakan.
Kurang lebih begitulah cerita saya tentang akibat on time. Mungkin kalian lebih punya pengalaman / cerita tersendiri yang bahkan lebih bermakna mengenai on time. Semoga kita bisa menjadi orang yang lebih disiplin dan suka on time (tidak ngaret) ya sobat! :)

Jangan lupa komentarnya ya......

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar